Kebutaan Ancam Perokok Muda

Beberapa kalangan menganggap kemampuan merokok menjadi tanda seseorang memasuki usia dewasa. Bagi negara dunia ketiga, pandangan ini makin kuat. Pandangan yang disebabkan budaya dan kesalahpahaman, serta amat merugikan.

Itu terbukti pada sebuah penelitian yang dilakukan Institut Nasional Kebutaan (RNIB)-Inggris, belum lama ini. Dari penelitian mereka pada sebanyak 250 responden berumur 16–18 tahun di wilayah Inggris, ditemukan empat dari lima responden tersebut mengalami gangguan pada mata mereka.

”Potensi kerusakan jantung ditemukan sebanyak tiga dari lima orang, timbulnya stroke dua dari lima orang, sedangkan gangguan pada mata mencapai empat dari lima orang,” urai Barbara McLaughlan, Juru Bicara RNIB pada Jurnal Opthalmology Inggris keluaran bulan ini.

AMD atau degenerasi molekular tubuh karena usia kemudian dianggap menjadi pemicunya. Selain juga karena faktor genetik dan lainnya. Namun, sejauh ini hasil penelitian tersebut sebenarnya cukup mengagetkan, mengingat pandangan konservatif mengenai hal ini.

Kebanyakan perokok usia muda ini sepertinya tak takut akan potensi penyakit yang diterima dari merokok. Karena dari penelitian lanjutan berikutnya, ditemukan kalau hanya 2 persen dari total responden yang mengaku mau berhenti merokok bila memang sudah terlihat dampak kebutaan dari kebiasaan tersebut.

”Problem besar dari masalah ini, memang berkutat pada nilai paradigma,” tambah Barbara. ”Karena berbagai penyakit tersebut tersembunyi adanya, dan belum mencuat ketika belum saatnya.” (bbc/slg)

sinarharapan.co.id

%d bloggers like this: