Kultur Jaringan Aglaonema: Teknik Sterilisasi Memegang Kendali

Sejak lama aglaonema telah dicoba diperbanyak lewat kultur jaringan. Namun baru kali ini menunjukkan hasil. ADALAH MONFORY NUSANTARA YANG BERHASIL. MELALUI METODE ORGANOGENIS, menggunakan batang bermata tunas. Total ada sekitar 15 hibrida aglaonema yang menunjukkan performa bagus di laboratorium dan nursery milik Monfory di Bogor, Jawa Barat. “Sejak lebih kurang dua tahun lalu kami

melakukan percobaan pada 30 hibrida dan belakangan kami tambah 12 hibrida,” ungkap Suzy Ratnawati Madjid, Plant Manajer Monfory Nusantara. Hasil kuljar sudah masuk ke divisi nursery untuk diadaptasi dan dibesarkan sampai siap dipasarkan. Antara lain, Lady valentine, Cochin tembaga, Red fire, Lipstik flamingo, dan Madonna. Silangan Gregory Hambali macam Madame Suroyo, Adelia, dan Siti Nurbaya juga sudah mulai diproduksi. “Sekarang kami sudah bisa menghasilkan total 2.000 anakan silangan aglaonema perbulan. Tetapi angka tersebut akan terns meningkat,” lanjut Suzy.

SIKLUS LEBIH PANJANG

Teknik tissue culture pada tanaman berjuluk ratu daun ini serupa dengan prosedur kuljar (kultur jaringan) tanaman hias lain. Namun aglaonema punya siklus kuljar yang lebih lama. “Kalau caladium dan alokasia hanya butuh waktu 4 minggu sampai eksplan tumbuh dan siap dipotong kembali. Tetapi aglaonema butuh waktu sampai 5-6 minggu,” terang Suzy. Tahap ini biasa disebut subkultur melalui stek mikro.

Namun persoalan utama dalam proses kuljar aglaonema adalah sterilisasi eksplan. Kalau eksplan terkontaminasi, tak bakal bisa tumbuh. Setup tanaman menyimpan bakteri endogen yang bisa jadi berbeda. “Kami melakukan banyak trial & error sampai menemukan teknik sterilisasi khusus dan berhasil. Bahan untuk sterilisasi persis seperti yang kami pakai untuk tanaman hias lain,” lanjut Susy.

Setelah proses sterilisasi berhasil, tinggal mencoba-coba ramuan media dan hormon paling pas supaya pertumbuhannya maksimal. Monfory menggunakan media kuljar padat berbahan dasar media MS. “Tapi dengan beberapa modifikasi dan penambahan ramuan hormon tertentu. Teknik pemotongan eksplan juga berbeda,” lanjutnya.

KULJAR HEMAT

Kultur jaringan skala rumahan untuk tanaman bernama lokal Sri rejeki ini sudah dicoba. Seperti yang dilakukan oleh Novi Syatria di Klender, Jakarta Timur. Namun belum seratus persen berhasil, permasalahan sterilisasi masih jadi kendala. “Eksplan sudah kelihatan tumbuh tetapi masih terkontaminasi bakteri. Saya sedang mencoba dengan tambahan formula anti bakteri yang hasilnya bagus pada tanaman lain,” ungkap down Universitas Bengkulu.

Novi melakukan sterilisasi eksplan sebelum ditanam. Potongan batang bermata tunas dicuci dengan air mengalir dan deterjen. Kemudian di-shaker dalam larutan fungisida dan dibilas dengan air stern. Dilanjutkan direndam larutan fungisida, dibilas air stern sampai bersih.

Ketiga langkah itu dilakukan masingmasing 30 menu Terakhir direndam dalam larutan alkohol 70% sambil digoyang dan dibilas 5 kali dengan air. Proses kultur jaringan, menurut Novi, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Bisa menggunakan

peralatan yang terjangkau. Semisal Laminar air flow, semacam kotak stern, bisa diganti dengan incase yang bisa dipesan pada tukang kaca. Autoclaf bisa diganti dengan panci presto, asalkan suhunya bisa melebihi 100 °C. Penggunaan mediaa padat tak perlu mesin shaker. Kalau menggunakan media beli jadi, tak perlu timbangan dan alat ukur. Perlengkapan botol juga bisa diganti. Namun perlu ruang sejuk untuk menyimpan kultur yang sudah diisolasi. Bagi pemula bisa memanfaatkan kamar ber-AC. “Proses kerja dasar bisa dipelajari hanya dalam satu hari, selebihnya lewat praktik langsung,” lanjut Novi yang acap memberikan pelatihan kuljar. Nah, Anda pun bisa mencobanya. ~

TAHAPAN KULJAR

  1. Media masak masuk botol, dimasukkan ke autoclaf selama 1 jam. Pastikan steril sampai 3 hari.
  2. Alat yang hendak digunakan disterilisasi dulu dalam autoclaf.
  3. Sterilisasi alat, kalau menggunakan laminar, letakkan dalam laminar tertutup dan lampu UV menyala sejam.
  4. Laminar dibuka, blower dan lampu nyala, semprot alkohol 70%.
  5. Bahan dan alat disemprot alkohol.
  6. Memotong bahan eksplan dari induk yang sehat.
  7. Sterilisasi dan pemotongan eksplan diluar dan di dalam alat kerja (laminar atau in case).
  8. Eksplan ditanam, gunakan pinset yang telah dibakar api bunsan dan dicelup air steril. Mulut botol juga dibakar api bunsan.
  9. Botol diletakkan di ruangan steril bersuhu sejuk sampai siap dimultifikasi lewat jalan stek mikro.

Silangan Lokal Menggembirakan

Kebanyakan aglaonema yang sukses dikembangbiakkan lewat semacam teknologi clone di Monfory adalah hibrida hash persilangan Thailand. Sementara aglaonema silangan Gregory Hambali di Bogor, belum optimal. “Barangkali dipengaruhi bahan silangan, silangan Thailand keturunan cochin punya rugs lebih panjang pertanda pertumbuhannya cepat. Berbeda dengan keturunan rotundum yang beruas pendek,” ungkap Lewi Pohar Cuaca, manajer marketing Monfory Nusantara. “Kuljar menggunakan ramuan media dan formula yang sama, pertumbuhan aglaonema lokal masih belum secepat silangan Thailand,” tambah Suzy. Diperlukan ramuan hormon khusus. Sampai saat ini, Monfory telah membuat 28 ramuan media untuk menginisiasi 12 spesies tanaman.

ROHEDI/RUDI
Discan dan diedit oleh Sabina dari majalah Flona Edisi 65/V Juli 2008
Flona / kebonkembang.com

Advertisements
%d bloggers like this: