Manajemen Partisi dengan Disk Manager

Buat seorang perakit pemula, melakukan partisi dan format barangkali merupakan cara paling mudah saat mempersiapkan hardisk. Dengan mengetik FDISK dan format, hardisk yang terpasang telah siap untuk bekerja sesuai keinginan.

Namun demikian, cara mempartisi dan memformat konvensional semacam ini memiliki kelamahan yang cukup terasa yaitu waktu pemrosesan yang cukup menyita. Untuk hardisk berkapasitas 40GB saja, proses format high level seperti itu bisa memakan waktu sekitar 30 menit. Apalagi kalau anda “nekad” memformat hardisk berkapasitas besar macam 120GB atau 200GB. Waktu yang dibutuhkan buat mempartisi dan memformat bisa mencapai 1 jam lebih!

Cara lain yang lebih cerdas sekarang ini bisa dipakai yaitu dengan menggunakan disk manager. Dengan menggunakan software disk manager ini, proses partisi dan format yang biasanya memakan waktu lama bisa dipangkas hingga beberapa detik saja.

Agar anda bisa melakukan partisi dan format dengan disk manager, tentu saja anda ahrus memiliki softwarenya. Uniknya masing-masing merek hardisk punya disk manager yang spesifik dan tidak bisa dipakai buat merek lain. Seagate misalnya, memiliki disk manager yang sama sekali berbeda dengan maxtor. Begitu pula hardisk merk lain. PCplus pernah mengulas pengelolaan hardisk merek Maxtor dengan menggunakan disk manager.

Nah, tanpa berpanjang kata, beginilah langkah-langkah mempartisi maupun memformat hardisk maxtor dengan menggunakan disk manager.

  1. Pada sistem DOS, ketik cd dm. Ketika A:/dm> muncul, ketik cd maktor. Setelah itu ketik DG untuk masuk ke sistem disk manager.
  2. Setelah anda memilih bahasa yang hendak anda pakai, anda akan dihadapkan padalayar lain yang menginformasikan anda siap masuk ke sistem utama disk manager. Pada layar ini, anda bisa memilih text mode untuk langkah selanjutnya dengan menggunakan tombol tab.
  3. Pertanyaan “Have you physically installed your maxtor hard drive?” bisa anda jawab dengan menekan tombol “Y” pada keyboard apabila hardisk maxtor sudah ter-instal pada sistem anda.
  4. Setelah itu, anda akan masuk ke main menu. Untuk mempartisi dan memformat, masuk pada menu “Format Installed Drive”. Apabila hardisk anda sebelumnya telah terpartisi, akan ada peringatan apakah anda memang berniat melakukan overwrite. Apabila memang demikian, anda tinggal isi box dengan mengetik “yes”.
  5. Setelah anda memilih File Allocation Table (FAT) yang sesuai dengan sistem operasi yang digunakan, layar kemudian akan berpindah dan hardisk anda siap untuk dipartisi “MaxBlast Plus will create the following partition” ada dua pilihan jawaban yang bisa anda gunakan. Apabila anda menggunakan partisi yang telah ada, jawaban pertama bisa anda pilih sementara apabila anda hendak membuat partisi dengan parameter baru, jawaban kedua yaitu “Enter New Partition Sizes” bisa anda gunakan.
  6. Kalau pilihan kedua yang anda gunakan, layar akan berpindah dan anda harus mengisi kapasitas masing-masing partisi yang akan dibuat. Untuk partisi ini, dari pengalaman yang di coba PCplus, partisi yang bisa dibuat maksimal sebanyak 10 buah!
  7. Setelah itu, layar akan beralih ke tampilan selanjutnya untuk mengonfirmasi apakah anda benar-benar akan melakukan partisi. Kalau jawabannya ya, anda tinggal mengklik “continue setup” selanjutnya secara otomatis sistem akan melakukan partisi dan format hardisk sebanyak partisi yang anda buat.
  8. Setelah selesai melakukan partisi dan format, secara otomatis sistem akan kembali ke tampilan Main menu. Agar perubahan itu efektif, anda tinggal melakukan restart.

=PCplus=

%d bloggers like this: