Periksa Batas Kendaraan Anda

Setiap pemakaian atau utilitas suatu produk memiliki batasan – batasan. Sebaiknya kita mengetahui batasan agar pemakaian kendaraan tetap aman dan nyaman.

Supaya semakin paham, sebaiknya kita cari tahu kiranya apa saja kebutuhan yang memerlukan sebuah batasan di sepeda motor. Intinya, jangan kelebihan atau kurang dari batas yang sudah dianjurkan.

Sekali lagi, semua batasan perlu diperhatikan. Akhirnya, tidak ada suatu hal yang nantinya dirugikan. Dirugikan karena terbuang percuma atau malah dirugikan akibat efek buruk yang bakal ditimbulkan.

Oli Mesin Berlebih

Ingin memberikan mesin dengan memberikan volume oli berlebih dari batas yang ditentukan, itu jelas merupakan perlakuan yang salah. Misal, harusnya oli hanya butuh 800 ml tapi dimasukkan oli sau liter.

“Kondisi ini menyebabkan mesin berputar agak berat. Kalau selih sih tidak” sahut Monte dari Monte Motorsport di Jl. Damai, Pesanggrahan, Jaksel. Sebabnya, volume berlebih itu harus digasing mesin.

Karena putaran berat ini, maka lari mesin juga mengikuti. Maka grip gas harus diputar lebih dalam. Efek lainnya konsumsi bensin makin boros. Tapi, kelebihan ini masih lebih baik ketimbang kurang oli.

Kalau kurang oli, tentu saja banyak komponen yang jadi cepat aus, terutama di bagian kepala silinder (misal : noken-as).peranti pemutar klep agar naik turun ini mudah aus akibat bergesekan dengan pelatik klep.

Air Aki

Kebutuhan air aki jangan disepelekan terutama tipe aki basah. Maklum, peranti ini termasuk salah satu bagian inti kelistrikan. Begitu juga ketika melakukan perawatan ada batasan yang harus diperhatikan.

“Jangan mengisi air terlalu penuh, perhatikan batasan yang sudah ditentukan” saran Endro Sutarno, Instruktur Technical Service Division, PT Astra Honda Motor.

Di bagian luar aki tertera batas minimum dan maksimum kebutuhan air aki. Jika pengisian berlebih, ketika aki dipakai maka akan membuat air aki keluar dari tempatnya, begitu juga resiko karat yang akan ditimbulkan.

“Karat ini bisa timbul di daerah sekitar aki atau juga di bagian kepala aki,” kata pria berkantor di AHTC sunterr, jakut.

Parahnya kalau kepala aki sampai berkarat, maka pengisian akan berkurang. Malah, ada kemungkinan aki juga menjadi overcharge. Akhirnya, kondisi ini membuat aki menjadi kurang daya.

Rem Teromol

Ketika melakukan penyetelan, baiknya perhatikan batasnya. “Ada dua akibat yang disebabkan. Pertama kalau terlalu kencang penyetelan dan ketika kampas tersebut habis,” sebut Kardi dari Kardi Mulia Motor di Ciputat, Tangerang. Kalau terlalu kencang selain motor terasa selalu mengerem, juga menyebabkan kampas cepat habis.

Selain itu,teromol juga lebih mudah panas. Akibatnya, teromol timbul cat kekuningan akibat panas berlebih tadi. Sedang kalau kampas habis tetap dipakai, akibatnya tromol jadi cepat habis. “Itu karena bukan kampas lagi yang terkikis, tapi besi ketemu besi,” tegas Kardi.

Jika ingin melihat apakah ketebalan kampas sudah habis atau tidak, bisa dipastikan lewat tanda panah yang ada dibagian tromol. Biasanya semakin arah panah ke kanan kampas makin habis.

Toleransi Rantai

Jangan sembarangan mengencangkan rantai! Itu kalau mau seluruh bagian pendukung bertahan lama dalam urusan pemakaian. Misalnya, gir depan atau juga sproket belakang. “Batas toleransi kekencangan rantai 3 cm,” ungkap Endro Sutarno.

Anda tahukan maksud toleransi kekencangan rantai itu? Dalam posisi penyetelan, rantai bagian bawah ditekan ke atas. Begitunya, jarak main rantai diukur. Tidak perlu pakai penggaris atau meteran, cukup pakai perkiraan sejauh mana jarak 3 cm itu.

Jika jarak main rantai ini diperhatikan, maka gir pun akan lebih awet dari friksi berlebih. Begitu juga dengan karet damper penahan gir di teromol. Pastinya, semua bagian akan lebih hemat.

Kampas Rem Cakram

Mengetahui habis atau tidaknya kampas rem depan tak semudah memastikan di rem teromol. Harus melihat langsung permukaannya. Biasanya di tengah kampas ada garis. Bila garisnya sudah rata dengan permukaan kampas berarti harus diganti.

Atau bisa juga dilihat dari minyak rem. “Ketika kampas rem habis, cairan atau minyak rem di master ikut turun dari batas yang seharusnya,” sahut Dion. Maklum namanya juga rem hidraulis. Pastinya, minyak rem mengikuti tekanan yang ada.

Maka biasanya ketika kampas rem lama di ganti dengan kampas baru, minyak rem pun kembali naik ke posisi semula. Begitu juga jika kampas rem baru itu terlalu tebal. Bisa menimbulkan minyak luber atau melewati batas maksimal.

Minyak Rem Kurang

Banyak pengendara tidak sadar kalau kebutuhan minyak rem sudah habis, bisa dilihat dari indikator yang ada di master rem.

Jangan biarkan tabung rem kosong atau berlebih. “Kalau berlebih tidak ada efek tertentu, paling hanya sulit ditutup atau tumpah,” sebut Peter dionisius selaku distributor produk Preston Indonesia. Bahayanya jika kebutuhan cairan itu kurang dari seharusnya.

Menurut pria berkacamata akrab disapa Dion ini, kondisi itu bisa menyebabkan terjadinya angin palsu. ”Bisa saja, misal ketika motor dipakai menikung dan sedikit menekan tuas rem,” timpalnya lagi.

Bukan minyak rem yang masuk ke selang kaliper, tapi malah udara. Udara inilah yang nantinya menjadi angin palsu. Kalau angin palsu ini masuk, akibatnya terjadi rem blong sesaat.

Ban Luar

Lihat keausan ban, tidak hanya dari kembang ban. Kalau semakin hilangnya kembang ban, maka ban itu aus artinya, kecuali ban tipe slick. Lihat ban aus atau tidaknya bisa dipantau dari indikator yang bersimbol segitiga di sidewall.

“Memang benar, semakin dekat tapak terluar ban dengan segitiga, maka ban semakin aus kadarnya,” ujar Krissanto, product Development PT Central Sole Agency atau lebih dikenal sebagai Indoparts.

MOTORPlus

%d bloggers like this: